SETAMANG.COM, Bengkulu Utara (20/09/24) – Dinas Kesehatan Bengkulu Utara menggelar acara Launching Gerakan Posyandu Aktif dan Bhakti Kesehatan di Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Rabu, 18 September 2024.
Bupati Bengkulu Utara dalam sambutannya mengatakan, “semenjak diterbitkannya instruksi presiden nomor 1 tahun 2017 tentang gerakan masyarakat hidup sehat, pemerintah kabupaten bengkulu utara sudah lebih berkomitmen untuk menjalankan program gerakan masyarakat hidup sehat secara komprehensif.”
“Dimulai dari komitmen penganggaran yang didistribusikan melalui konvergensi organisasi perangkat daerah,” ucapnya.
“Komitmen itupun dilanjutkan dengan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada seluruh masyarakat, dimulai dengan dibangunnya gedung gedung pelayanan puskesmas yang sesuai dengan standar nasional mulai dari wilayah kepulauan enggano, giri mulya, padang jaya, perumnas, batiknau, air napal, putri hijau, napal putih, ulok kupai, marga sakti sebelat, dan tentunya akan dilanjutkan ke wilayah kecamatan yang lain secara bertahap,” lanjutnya.

Bupati Bengkulu Utara menambahkan, “perhatian Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terhadap kesehatan masyarakat juga dibuktikan dengan diterimanya penghargaan UHC (Universal Health Coverage) pada tahun 2023, yang membuktikan bahwa seluruh masyarakat kabupaten bengkulu utara sudah terjamin BPJS.”
“Sinergi ini semua tentunya sangat selaras dengan apa yang menjadi program prioritas nasional dibidang kesehatan yaitu tranformasi kesehatan,” tambahnya.
“Tranformasi kesehatan artinya perubahan dan peningkatan mutu dalam sistem pelayanan kesehatan, mulai dari tranformasi layanan primer, tranformasi layanan rujukan, tranformasi sistem ketahanan kesehatan, tranformasi sistem pembiayaan kesehatan, tranformasi sdm kesehatan, tranformasi teknologi kesehatan,” jelasnya.
Bupati Bengkulu Utara mengungkapkan, “dalam mendukung tranformasi layanan primer dibidang kesehatan, posyandu mempunyai peran yang sangat strategis untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. bahkan didalam aturan peraturan pemerintah nomor 2 tahun 2018 dan permendagri nomor 59 tahun 2021, disebutkan bahwa posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa dapat bergerak dalam melayani 6 SPM “Standar Pelayanan Minimal” yaitu Pendidikan, Kesehatan, PUPR, ketentraman, ketertiban umum, perlindungan masyarakat dan sosial.”
“Dalam hal peningkatan mutu pelayanan kesehatan di posyandu pemerintah kabupaten bengkulu utara sudah sangat berkomitmen, salah satunya adalah dengan memberikan bantuan paket alat antropometri kit pada tahun 2023 yang dibagikan secara cuma cuma kepada seluruh posyandu di kabupaten bengkulu utara sejumlah 348 posyandu,” ungkapnya.

“Selain itu juga upaya maksimal dalam peningkatan mutu pelayanan posyandu, juga dilakukan dengan memberikan pelatihan terpadu tentang 25 keterampilan dasar kader posyandu kepada seluruh kader posyandu di bengkulu utara yang berjumlah lebih dari 1800 kader posyandu,” lanjutnya.
Lebih lanjut Bupati Bengkulu Utara mengatakan, “Kita semua menyadari bahwa kesehatan masyarakat adalah hukum tertinggi yang menjadi tanggung jawab bersama. Peran Pemerintah Desa serta koordinasi antar lembaga di ruang lingkup kecamatan, menjadi motor penggerak yang sangat efektif untuk meningkatkan mutu pelayanan posyandu. Karena posyandu sejatinya adalah dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.”
“Melalui kesempatan ini juga kami ingin menyampaikan rasa hormat yang luar biasa kepada seluruh kader posyandu yang sudah mengabdikan dirinya menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dimasyarakat. Bahkan tidak sedikit kader posyandu kita yang sudah melakukan pengabdian lebih dari 25 tahun,” kata Bupati.
“Dan juga apresiasi kami sampaikan kepada kader kader posyandu yang sudah berprestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Bupati Bengkulu
Utara.

Selanjutnya Bupati Bengkulu Utara menambahkan, “Dalam kesempatan ini kami berpesan kepada seluruh jajaran masyarakat mulai dari Kabupaten, Kecamatan, Desa, RT/RW dan Dusun untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang kesehatan.”
“Karena bicara tentang kesehatan, itu juga salah satu upaya kita dalam menjaga ketahanan negara sehingga bonus demografi yang sudah pasti diterima indonesia dapat menjadi peluang emas, dan bukan menjadi beban dengan meningkatnya angka kesakitan pada masyarakat,” tandasnya.
“Selain itu, kami berpesan kepada seluruh masyarakat untuk rajin cek kesehatan minimal 6 bulan 1 kali ke puskesmas walaupun tidak sedang sakit, sehingga nanti bisa mengetahui gejala penyakit yang terjadi dan dapat dilakukan pencegahannya.
setiap desa juga di himbau untuk lebih mengaktifkan kembali kegiatan posyandu untuk balita, remaja, usia produktif dan lansia, karena ini adalah sebagai langkah untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, tukasnya.
“Semoga pola seperti ini dapat dilaksanakan dengan baik dan berkelanjutan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan meningkatkan mutu kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkulu Utara, Ibu Hj. Eko Kurnia Ningsih, kepala OPD dilingkungan pemerintahan kabupaten Bengkulu Utara, Camat Marga Sakti Sebelat, Para Kepala Desa di wilayah Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Tim penggerak PKK Kecamatan Marga Sakti Sebelat, kepala KUA, Kepala UPTD Puskesmas, bhabinkamtibmas, babinsa, PLKB dan Para Kader Posyandu serta ratusan masyarakat di wilayah Kecamatan Marga Sakti Sebelat. (ADV)














