Diduga di Mark Up, Bantuan Pengadaan Barang Untuk Pembangunan MCK di Desa Magelang menuai protes

SETAMANG.COM, Bengkulu Utara (15/05/24) – Bantuan Pembelian Bahan Bangunan untuk Pembuatan MCK bagi 15 KPM diduga di mark up oleh Oknum Pemerintahan Desa Magelang, Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara.

Sebagaimana dilansir dalam media Radar Utara dalam berita tertanggal 13 Mei 2024 disebutkan sebagai berikut ;

“Akal Bulus diduga dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Magelang Kecamatan Kerkap untuk mendapatkan keuntungan pada pembelian bahan-bahan bangunan untuk pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) di tahun 2023 lalu.

Pembangunan MCK yang menghabiskan anggaran hingga Rp99.675.600 tersebut, bahan-bahan bangunan yang dibeli diduga tidak sesuai dengan harga yang ada.

Harga beberapa Item yang dibeli pun, disinyalir memang disengaja dipatok jauh diatas harga pasar, agar bisa mendapatkan keuntungan pribadi. Seperti harga semen Rp85.000 per Sak, Batu bata Rp 750 per buah, GRC 120×240 Rp 125.000 per buah.

Data terhimpun, pada pembelian Semen pemdes menggelontorkan dana hingga Rp 15.555.000 dengan rincian Rp 85.000 per Sak Semen.

Untuk pembelian batu bata Pemdes juga mengelontorkan anggaran hingga Rp10.057.500 dengan rincian harga Rp 750 per batu bata.

Sedangkan untuk pembelian GRC 120X240 Pemdes menggelontorkan Dana sebesar Rp .9.375.000. dengan rincian Rp 125.000 per buah.

Lebih lanjut dalam berita yang sama juga disebutkan bahwa; “Menariknya, dari penelusuran Awak Media, harga barang yang tersebut dalam Program Bantuan Pembangunan MCK tersebut sangat jauh lebih mahal dari harga pasaran umum.”

“Harga semen sendiri untuk merk semen merah putih dijual dengan harga antara Rp 54 – 60 ribu per saknya sedangkan harga batu bata juga dibawah harga yang ada, sebab hanya dijual Rp 450-600 perbuah.”

“Selain itu untuk harga GRC 120X240 hanya dibandrol dengan harga mulai dari Rp 60 – 75 ribu perbuah.”

“Dengan tingginya harga bahan bahan bangunan yang tidak sesuai dengan harga di lapangan tersebut pemdes pun diduga melakukan Mark Up anggaran untuk mendapatkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah.”

Sampai berita ini ditayangkan, Kepala Desa Magelang, Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara belum dapat terkonfirmasi. (Bayu Setiawan)